Menhut: Selamatkan Taman Nasional Harus Libatkan Masyarakat dan Swasta

8 hours ago 1

 Selamatkan Taman Nasional Harus Libatkan Masyarakat dan Swasta

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengadakan silaturahmi Idulfitri dengan para Kepala Desa dari desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Foto: Kemenhut

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengadakan silaturahmi Idulfitri dengan para Kepala Desa dari desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Menhut didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan unsur Forkopimda setempat.

Menhut menyosialisasikan rencana proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan di TNWK, yang diharapkan akan adanya pemberdayaan masyarakat lokal serta meningkatkan dampak positif dari konservasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati nasional.

Dia juga melakukan soft launching pembatas (barrier) di TNWK yang disiapkan sebagai wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto, untuk melindungi masyarakat dari konflik manusia-gajah.

Menhut Raja Antoni mengatakan Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus terhadap Taman Nasional Way Kambas dalam kelestarian habitat dan populasi gajah Sumatra hingga penanganan konflik manusia-gajah. Terlebih diketahui, gajah merupakan salah satu binatang yang paling disayang oleh Presiden Prabowo.

“Seperti yang kita ketahui, Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap Taman Nasional Way Kambas, Gajah merupakan salah satu hewan kesayangan beliau, komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga populasi gajah dan mengakhiri secara permanen konflik manusia-gajah,” ujar Raja Antoni.

Menhut menjelaskan selama puluhan tahun, sebagian besar dari 57 taman nasional Indonesia bergantung pada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kerap belum mencukupi kebutuhan operasional dan pemulihan ekosistem.

Ancaman perambahan hutan, perburuan liar, kebakaran, dan konflik satwa-manusia masih terus terjadi, sementara kapasitas pengawasan dan pengelolaan kawasan belum sepenuhnya ideal.

Menhut Raja Juli Antoni melakukan soft launching pembangunan pembatas Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|