Mengulas Komposisi Penjaga Gawang Timnas Indonesia Hadapi FIFA Series 2026: Lagi Menyala Semua di Level Klub

7 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia mengumumkan 41 pemain yang dipanggil pelatih John Herdman untuk skuad sementara menghadapi FIFA Series 2026. Beberapa sosok yang sudah lama tak bergabung, akhirnya kembal dipanggil.

Seperti contohnya ada nama Elkan Baggott yang kembali resmi dipanggil ke Tim Garuda. Baggott sudah lama tidak masuk panggilan ke Tim Garuda. Pemain Ipswich Town tersebut bahkan sudah absen selama dua tahun.

Nama-nama lain yang menyusul ada Muhamad Ferarri, Ezra Walian, Victor Dethan, hingga Fajar Fathurrahman. Persaingan posisi penjaga gawang dalam skuad terkini Timnas Indonesia menjadi perhatian tersendiri.

John Herdman kini memiliki lima kiper yang dipanggilnya, antara lain; Maarten Paes, Emil Audero, Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, dan Ernando Ari. Sang pelatih jelas memiliki pertimbangan dalam memanggil kelima kiper tersebut.

Seperti apa sepak terjang dan peluang mereka di FIFA Series nanti? Simak ulasan menarik berikut ini:

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Maarten Paes (Ajax)

Kita awali dari Maarten Paes, kiper yang masih menjadi urutan teratas di Timnas Indonesia. Ia sudah mengemas 10 penampilan untuk Skuad Garuda, dan sedang menikmati kariernya di Ajax Amsterdam, satu di antara klub kondang Belanda.

Maarten Paes adalah kiper andalan di Timnas Indonesia. Ia memutuskan menjadi warga negara Indonesia melalui status blijvers, atau nenek moyangnya yang lahir di Indonesia. Maarten Paes resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 30 April 2024.

Debutnya bersama Tim Garuda terjadi pada 5 September 2024, saat Timnas Indonesia menahan Arab Saudi dengan 2-2 di Jeddah, dalam persaingan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kemudian ia memainkan 9 pertandingan lagi hingga laga kontra Irak pada putaran keempat Kualifikasi, Oktober 2025.

Paes sedang diuji bersama Ajax. Ia didapuk sebagai kiper utama seiring cederanya Vitezslav Jaros, dan telah melakoni tiga laga beruntun. Sayangnya, Maarten Paes belum merasakan kemenangan bersama Ajax.

Emil Audero (Cremonese)

Selanjutnya ada Emil Audero. Ini menjadi opsi menarik dan pesaing terkuat untuk mengisi posisi kiper utama Timnas Indonesia. Emil Audero sedang sangar-sangarnya bersama Cremonese di Serie A.

Terlepas dari hasil 14 laga terakhir tidak pernah menang bersama Cremonese, Audero merupakan pemain paling konsisten dan sangat diandalkan I Grigiorossi.

Kiper berusia 28 tahun tersebut memainkan 24 laga, kebobolan 33 kali, dan mengukir clean sheet sebanyak tujuh pertandingan Serie A musim ini. Ia juga menduduki urutan teratas kiper dengan jumlah penyelamatan tertinggi di Serie A 2025/2026.

Emil Audero juga punya kesempatan membayar kegagalan tampil membela Timnas Indonesia, ketika bersaing pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober 2025 karena cedera. Kini sang kiper siap diturunkan mengawal gawang Indonesia pada ajang FIFA Series.

Nadeo Argawinata (Borneo FC)

Pesona Nadeo Argawinata masih awet, setelah menunjukkan performa gemilang bersama Borneo FC di BRI Super League. Kiper berusia 29 tahun itu nyatanya selalu menjadi pilihan pertama di bawah mistar gawang Tim Pesut Etam.

Cekatan dan tangkas menjadi satu di antara kemampuan Nadeo. Musim ini ia bermain 24 pertandingan, mencatat delapan kali nirbobol, meski kemasukan 24 kali. Artinya rata-rata, Nadeo kemasukan satu gol per laga.

Ia siap memberikan kemampuan terbaik di jajaran penjaga gawang Timnas Indonesia era John Herdman. Nadeo Argawinata sudah cukup lama tidak bermain dengan seragam Tim Merah-Putih, sejak terakhir kalinya pada 16 November 2023, ketika Indonesia dilumat Irak dengan skor 1-5.

Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)

Berikutnya ada kiper PSIM Yogyakarta sekaligus Timnas Indonesia U-22, Cahya Supriadi. Kariernya melesat bersama Laskar Mataram musim ini, dengan susah tergantikan di PSIM.

Cahya memainkan 22 laga bersama PSIM di BRI Super League. Ia hanya absen ketika bertugas memperkuat Timnas Indonesia U-22, seperti di SEA Games akhir tahun kemarin.

Dari jumlah penampilannya itu, kiper asal Karawang berusia 23 tahun itu mengukir 28 kebobolan dan mencatat 8 clean sheet (tertinggi kedua bersama Nadeo Argawinata).

Meski bakal sulit bersaing dengan kiper senior seperti Paes dan Audero, namun akan menjadi bekal istimewa baginya di FIFA Series nanti.

Ernando Ari (Persebaya Surabaya)

Nama terakhir dalam daftar ini adalah Ernando Ari Sutaryadi, kiper penuh pengalaman dengan bolak-balik memperkuat Timnas Indonesia sejak level kelompok umur.

Pemain berumur 24 tahun itu juga sudah lama menjadi andalan bagi Persebaya, mengarungi persaingan di kompetisi domestik. Musim ini, Ernando memainkan 23 laga, kemasukan 27 gol dan melakukan tujuh clean sheet.

Ernando baru merasakan 13 kali penampilan bersama Timnas Indonesia senior sejak debutnya pada 12 Desember 2021. Salah satu pahlawan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 ini tentu ingin membuktikan diri sekaligus belajar dari kiper lain di FIFA Series mendatang.

Read Entire Article
Koran JPP|