jpnn.com, JAKARTA - Proyeksi Kementerian Kesehatan pada 2026 menunjukkan tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan Pulau Jawa.
Di sisi lain, kawasan timur Indonesia mengalami kekurangan tenaga dalam jumlah besar.
Inisiatif nasional, termasuk SATUSEHAT, juga membangun fondasi bagi informasi kesehatan yang lebih terhubung antar fasilitas.
Melihat fakta itu, Direktur RMIT Indonesia Tantia Dian Permata Indah mengatakan RMIT University dan Mandaya Hospital Group mempertemukan para peneliti, klinisi, dan pemimpin sektor kesehatan dari Australia dan Indonesia dalam forum Healthier Futures, Sooner: How Technology Closes the Gap in Care yang diselenggarakan di Jakarta baru-baru ini.
Forum tersebut telah mempertemukan keahlian RMIT di bidang kesehatan, rekayasa, dan teknologi medis (MedTech) dengan pengalaman klinis Mandaya.
“Kegiatan ini menandai langkah awal kemitraan untuk membawa gagasan-gagasan yang menjanjikan menuju penerapan dalam praktik klinis,” ungkap Tantia, dalam keterangannya, Kamis (3/9).
Sistem kesehatan Indonesia tengah bertransformasi, sekaligus terus menghadapi tantangan akibat karakter geografisnya, meningkatnya beban penyakit kronis, dan belum meratanya distribusi tenaga kesehatan.
Menurut Tantia, forum ini telah membahas bagaimana riset, teknologi, dan kolaborasi klinis dapat menjawab kesenjangan nyata dalam pelayanan kesehatan.

4 hours ago
1


















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)

