jpnn.com, NAGREG - Angin malam yang dingin di Bandung tidak menghentikan langkah Asep Kumala Seta menyusuri jalanan di Jalan Raya Nagreg.
Pria berusia 31 tahun itu memilih pulang ke kampung halamannya di Sindangkasih, Ciamis, dengan cara tidak biasa, yakni berjalan kaki, sesekali menumpang truk atau bus yang berbaik hati berhenti.
Dengan dua tas ransel besar yang dibawanya, Asep menempuh perjalanan panjang bukan karena ingin berpetualang, melainkan karena satu hal sederhana: ongkos pulang yang tidak cukup.
Namun kerinduannya kepada sang ibu jauh lebih besar, ketimbang perasaan lelahnya saat harus melakukan perjalanan kaki.
Asep sehari-hari berjualan cilok keliling di kampung kawasan Cibaduyut, Kota Bandung.
Lebaran tahun ini menjadi berbeda. Keterbatasan biaya membuatnya tidak mampu membeli tiket untuk pulang.
"Saya tadi pergi jalan kaki dari Cibaduyut sekitar jam 12 siang, terus naik bus Damri dari Leuwipanjang sampai Cibiru. Setelah itu uang saya pas-pasan, saya langsung naik truk sampai Rancaekek, dan dilanjut lagi truk lain sampai Nagreg," kata Asep saat ditemui tengah beristirahat di depan Pos Pam Cikaledong, Nagreg, Selasa (17/3/2026) malam.
Perjalanan Asep tidak selalu berjalan mulus. Dia sempat mendapatkan tumpangan truk menuju arah Garut. Namun kendaraan tersebut justru berbelok ke arah Kadungora, bukan tujuannya.

5 hours ago
5





















































