jpnn.com, JAKARTA - Kasus viral yang menyeret nama Serlina terkait dugaan perselingkuhan dengan suami seorang pengguna media sosial bernama Shellysoju, di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, memicu beragam spekulasi di dunia maya.
Serlina sendiri telah memberikan klarifikasi bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan dirinya tidak mengenal pria yang dimaksud.
Menanggapi fenomena tersebut, detektif swasta profesional Indonesia, Detektif Jubun, memberikan pandangan investigatif mengenai maraknya tuduhan yang cepat viral di media sosial sebelum fakta benar-benar terverifikasi.
Menurut Jubun, di era media sosial saat ini, arus informasi kerap bergerak jauh lebih cepat dibandingkan proses verifikasi fakta.
Dia menilai viralitas sering muncul hanya dari potongan video, narasi emosional, atau tangkapan layar yang belum tentu menggambarkan kejadian secara utuh.
“Viralitas sering kali tidak menunggu verifikasi. Satu video pendek atau narasi emosional bisa langsung memicu persepsi publik sebelum bukti benar-benar diverifikasi,” ujarnya, Rabu (11/3).
Dalam banyak kasus yang ditanganinya, Jubun melihat opini publik sering terbentuk lebih cepat daripada proses investigasi yang membutuhkan waktu dan analisis mendalam.
Dia juga menilai motif di balik viralnya suatu tuduhan bisa beragam, mulai dari emosi sesaat, kecemburuan, kesalahpahaman, hingga upaya mencari simpati publik.

4 hours ago
3





















































