Kamboja Vs Singapura: Misi Pecah Kutukan Fase Grup Piala AFF 2026 Dimulai

7 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - Kamboja akan mengawali laga berat Grup A Piala AFF 2026, meski tim berjuluk Angkor Warriors berstatus tuan tuan. Mentas di Stadion Nasional Morodok Techo, Phnom Penh, Kamboja akan menjamu tim kuat Singapura.

Sejak digulirkan pada 1996, dulu bernama Piala Tiger, Kamboja tak punya rekam jejak menggembirakan. Mereka tak pernah lewat dari fase grup. Kamboja bahkan pernah absen beberapa kali alias tak lolos babak kualifikasi, yakni 1998, 2007, 2010, 2012, dan 2014.

Bagaimana di edisi kali ini? Semua berpulang kepada strategi yang akan diterapkan tim pelatih dan juga nasib baik tentunya.

Pelatih kepala masih dipegang Koji Gyotoku. Jabatan tersebut sudah ia emban sejak 2024 setelah sebelumnya membesut Timnas Kamboja U-21, U-19, dan U-17.

Di bawah telunjuk juru taktik berpaspor Jepang berusia 61 tahun, permainan Kamboja mengalami perkembangan, terlebih di sektor gedor. Meski tak sedikit yang beranggapan, Koji Gyotoku sebenarnya hanya meneruskan pondasi yang sudah dibangun pelatih sebelumnya yang juga asal Negeri Matahari Terbit, Keisuke Honda.

Piala AFF 2026 merupakan hajatan terbesar Koji Gyotoku bersama Kamboja. Dua tahun lalu dia gagal, terpuruk di fase grup Piala AFF 2024.

Kegagalan membuat Koji Gyotoku membenahi semua lini. Hasilnya sangat menggembirakan. Jelang Piala AFF 2026, Hul Kimhuy dkk. sukses meraih dua kemenangan. Menggasak Bhutan empat gol tanpa balas dan menang 2-0 atas Hong Kong.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pemain Naturalisasi

Ihwal materi pemain, Kamboja terus berbenah. Dari 25 pemain, tiga di antaranya pemain naturalisasi. Ketiganya adalah Yudai Ogawa (Jepang), Alisher Mirzaev (Uzbekistan), dan Iago Bento (Brasil). Ketiganya beroperasi di lini tengah, andalan di starting XI.

Nama beken lainnya adalah Mat Noron, Abdel Kader Coulibaly, Yem Devit, Sieng Chanthea, Mon Vanda, Hav Soknet, Mon Rado, dan Sa Ty.

Semua pemain sudah pula ditempa lewat serangkaian laga uji coba di Jepang selama lebih kurang dua pekan.

Koji Gyotoku yakin, anak-anak asuhnya beda kali ini. Dengan kata lain, setiap pemain siap meledak guna mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya.

"Para pemain yang terpilih adalah yang terbaik untuk Kamboja saat ini," kata Koji Gyotoku.

Kamboja, menurut Koji Gyotoku, tak boleh lagi hanya sebatas tim penggembira. Saatnya bangkit dalam perburun gelar juara.

"Target kami jelas, melaju ke semifinal," tandas Koji Gyotoku.

Tantangan Berat

Berada satu grup dengan tim kuat seperti Singapura dan Indonesia plus kuda hitam Timor Leste jelas bukan perjuangan mudah bagi Angkor Warriors. Tapi tak ada kata gentar.

"Kami akan berusaha sebaik mungkin. Kami harus bisa melewati fase grup dan lolos ke semifinal," kata Koji Gyotoku.

Jika Kamboja tak pernah melewati fase grup apalagi juara, Singapura justru sebaliknya. The Lions sudah mengepak empat trofi, terbanyak kedua setelah Thailand (7).

Singapura menjadi yang terkuat pada 1998, 2004, 2007, dan terakhir pada 2012. Hanya saja dalam beberapa tahun terakhir Singapura melempem, tak pernah lagi hadir di partai puncak.

Sepak Terjang Gavin Lee

Jika Koji Gyotoku sudah uzur, maka pelatih Singapura, Gavin Lee, masih terbilang muda: 35 tahun. Pengalaman manajerialnya pun tak begitu mencolok.

Sebelum menukangi Timnas Singapura pada 2025, ia pernah membesut Tampines Rovers dan asisten pelatih Warriors.

Keputusan Federasi Sepak Bola Singapura mendapuk Gavin Lee sebagai juru taktik terbilang nekat. Bagaimana tidak, selain harus adu taktik dengan Koji Gyotoku ia juga harus berhadapan dengan pelatih Indonesia John Herdma dan pelatih Vietnam Kim Sang-sik.

Tapi Gavin Lee tak boleh disepelekan, mengingat selama menukangi Tampines Rovers, dari 2019 hingga 2025, ia sukses menggondol dua gelar: Singapore Cup dan Singapore Community Shield.

Mengusung permainan cepat yang ia terapkan di Tampines Rovers, Singapura dipastikan bermain lebih agresif.

Filosofi yang diusung Gavin Lee sejauh ini berhasil diterapkan dengan sangat baik oleh Ilhan Fandi and kolega.

Membidik kemenangan penting dari Kamboja, Singapura bakal dijejali amunisi-amunisi nan mumpuni di semua lini seperti Ilhan Fandi, Shah Shahiran, Farhan Zulkifli, Harhys Stewart, Irfan Fandi, Akram Azman, serta Kyoga Nakamura.

Menarik untuk menanti, siapa yang akan memenangkan duel. Yang pasti, baik Kamboja maupun Singapura tak boleh terlena oleh masa lalu. Masi kini adalah pemmbuktian yang sesungguhnya.

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Choki Sihotang
  • Wiwig Prayugi
Read Entire Article
Koran JPP|