jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto pasti selalu berkehendak untuk membuat keputusan atau ketetapan yang berpijak pada filosofi arif dan bijaksana.
Karena itu, sangat wajar jika presiden menuntut laporan yang jujur dari para pembantunya.
Dengan laporan jujur dan apa adanya, presiden Prabowo bisa membuat dan merumuskan kebijaksanaan serta keputusan yang tepat dan adil demi kebaikan semua elemen masyarakat yang dipimpinnya.
Sebaliknya, laporan tidak jujur kepada Presiden Prabowo. apalagi semata-mata karena ingin menyenangkan presiden , justru bisa menjerumuskan presiden.
Bukankah sudah menjadi pemahaman bersama bahwasanya laporan itu ibarat masukan atau input data sebagai bahan dasar untuk memroses atau merumuskan tujuan.
Jika presiden menggunakan data dari laporan tidak benar dan tidak jujur sebagai pijakan untuk merumuskan kebijakan, akibatnya tentu bisa sangat fatal.
Kebijakan menjadi tidak cermat, tidak tepat sasaran, dan juga tidak berkeadilan, karena tidak mencerminkan pemahaman akan konteks masalah riil yang sedang mengemuka.
Para pembantu presiden sangat dharapkan untuk tidak meremehkan atau menyederhanakan masalah ini.

3 days ago
6





















.jpeg)































