jpnn.com - JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan ada operasi yustisi bagi para pendatang seusai Idulfitri 2026.
Operasi yustisi adalah rangkaian tindakan hukum oleh aparat gabungan (Polri, TNI, Satpol PP) termasuk razia kependudukan.
“Kami sudah memutuskan tidak akan ada operasi yustisi. Jadi, Jakarta terbuka bagi siapa saja,” ujar Pramono di Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/3).
Pramono mengatakan Pemerintah DKI Jakarta menerima siapa pun yang akan kembali maupun datang ke Jakarta.
Namun, Pramono berharap bahwa orang yang datang ke Jakarta memiliki kemampuan mumpuni sehingga bisa bekerja.
"Karena kehidupan di Jakarta tidak seperti yang digambarkan bahwa baik-baik saja, ternyata tidak. Harus bekerja keras untuk bisa melakukan itu,” kata dia.
Adapun, Pramono memberangkatkan 33.902 peserta dalam Program Mudik Gratis 2026.
Pramono menuturkan jumlah peserta mudik gratis tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang aman dan terjangkau.

2 hours ago
3





















































