jpnn.com, JAKARTA - Dari data yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyebut setidaknya ada 4 kasus bunuh diri pada anak di tahun 2026 ini.
Kasus terjadi di NTT, Jawa Barat, hingga Kalimantan Timur.
Sementara itu, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan kasus bunuh diri anak selalu di atas 20 per tahun.
Pada 2023 tercatat 46 kasus, pada 2024 ada 43 kasus, dan pada 2025 ada 26 kasus.
Data ini menjadikan Indonesia memiliki kasus bunuh diri anak tertinggi di Asia Tenggara.
Menanggapi tingginya kasus bunuh diri pada anak ini, Anggota Komisi IX Fraksi Partai Golkar DPR RI Heru Tjahjono mengusulkan perlu penguatan deteksi dini kesehatan mental, peningkatan layanan konseling di Puskesmas, sekolah serta edukasi pengasuhan positif guna mengurangi kasus bunuh diri pada anak.
Menurut Heru Tjahjono, pencegahan bunuh diri anak semestinya berfokus pada penguatan integrasi dan regulasi sosial untuk mengurangi isolasi, tekanan lingkungan, dan stigmatisasi.
“Strategi utamanya meliputi penguatan dukungan keluarga, sekolah, membangun relasi suportif (orang dewasa yang dipercaya), penghapusan stigma, dan menciptakan lingkungan yang aman serta inklusif,” ujar Heru Tjahjono, Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dapil Jawa Timur VI dalam rilisnya pada Senin (16/3/2026).

5 days ago
6





















































