jpnn.com, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran penyakit campak, terutama di tengah tingginya aktivitas silaturahmi selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fit Nawaty menegaskan bahwa penanganan kesehatan bukan hanya tanggung jawab institusi medis, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor dan kesadaran masyarakat.
"Permasalahan kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Diperlukan keterlibatan masyarakat melalui edukasi dan kesadaran kolektif," ujar Fit.
Dia menyoroti bahwa mobilitas warga yang meningkat menjelang lebaran memperbesar risiko penularan.
Oleh karena itu, para orang tua diimbau untuk membatasi kontak bayi dan balita dengan kerumunan guna meminimalisasi paparan virus.
Selain pembatasan kontak, masyarakat diminta disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini mencakup mencuci tangan, konsumsi rutin buah dan sayur, serta istirahat yang cukup.
"Jika daya tahan tubuh baik, risiko infeksi virus dapat diminimalisir agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih parah," jelasnya.
Fit juga meminta warga segera melapor ke fasilitas kesehatan jika menemukan gejala khas campak, seperti demam, batuk, pilek, mata merah, dan munculnya ruam merah pada kulit.

4 hours ago
2





















































