jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengaktifkan kembali bond stabilization fund (BSF) untuk ekonomi RI.
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga pasar surat utang tetap stabil dan tidak mudah digoyang investor asing.
Langkah ini menurut Purbaya diharapkan dapat mencegah gejolak di pasar keuangan domestik dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Dana ini disiapkan untuk menstabilkan pasar surat utang dengan membeli kembali (buyback) SBN di pasar sekunder yang dilepas oleh investor," kata Purbaya di Jakarta, Jumat (8/5).
Purbaya menjelaskan strategi itu dilakukan untuk menjaga yield SBN agar tetap stabil, sehingga investor asing yang menyimpan surat utang tidak mengalami kerugian modal (capital loss).
Menanggapi hal itu Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengingatkan pemerintah mengenai sejumlah risiko dalam rencana pengaktifan kembali BSF?
"Saya melihat BSF ini efektif sebagai alat stabilisasi jangka pendek, tetapi tidak bisa dijadikan solusi permanen. Yang juga perlu diperhatikan adalah risikonya," kata Yusuf saat dihubungi.
Pada risiko moral hazard, Yusuf menjelaskan ekspektasi investor terhadap kehadiran pemerintah yang selalu menjaga harga obligasi dapat mendorong perilaku pengambilan risiko yang lebih agresif.

4 hours ago
3







.jpeg)












































