jpnn.com, JAKARTA - Ribuan orang muda, terutama Gen Z dan Millennials, mengalami kecemasan, depresi, hingga berbagai masalah mental lainnya.
Namun, memilih diam karena takut dihakimi, tidak tahu cara mencari bantuan, atau terhalang oleh biaya yang mahal.
Fakta tersebut terungkap dari hasil riset Pendiri dan CEO Batin, Muhammad Ikhtiary Gilang Gumelar.
Gilang mengaku melakukan riset tentang kondisi kesehatan mental di Indonesia setelah mengalami kejadian luar biasa dalam hidupnya.
Saat itu, sang istri mengalami baby blues pascamelahirkan.
Gilang tidak hanya melihat perjuangan istrinya, tetapi juga menyaksikan langsung betapa rumitnya mengakses layanan kesehatan mental di Indonesia.
"Saya ingat betul bagaimana istri saya berjuang mencari bantuan. Antrian konseling yang panjang, biaya yang tidak sedikit, ditambah stigma sosial yang membuat dia makin tertekan," kenang Gilang, Rabu (17/12).
Dari kegelisahan itulah lahir Batin sebuah platform kesehatan mental berbasis kecerdasan buatan yang kini telah menjadi teman curhat lebih dari 30 ribu generasi muda di hampir 38 provinsi Indonesia.

2 months ago
35





















































