BRI Super League: Persebaya Menelan Kekalahan Terbesar Musim Ini, Bernardo Tavares Akui Kualitas Borneo FC

6 hours ago 2

Bola.com, Samarinda - Persebaya Surabaya mengalami malam pahit di Samarinda. Mereka dipaksa takluk 1-5 saat melawat ke markas Borneo FC dalam pekan ke-25 BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam.

Lima gol Borneo merupakan brace Juan Villa (15’ dan 59’), serta tiga lainnya disumbang oleh Mariano Peralta (62’), Koldo Obieta (68’), dan Marcos Astina (90+3’). Persebaya hanya sempat membalas sebiji gol berkat Leo Lelis (73’).

Ini merupakan kekalahan terbesar yang dialami Persebaya musim ini. Hasil tersebut langsung menjadi perhatian serius tim pelatih.

Pelatih Bernardo Tavares menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh setelah pertandingan tersebut.

Pelatih asal Portugal itu mengakui Borneo tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang mereka miliki sepanjang pertandingan.

Tavares menilai Persebaya sebenarnya tidak sepenuhnya tampil tanpa perlawanan. Beberapa peluang berhasil diciptakan oleh para pemain Bajol Ijo, meski penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama.

“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Strategi Berjalan

Menurutnya, para pemain telah berupaya menjalankan strategi yang telah disiapkan oleh tim pelatih sebelum pertandingan dimulai.

Mulai dari bermain agresif, memenangkan duel di berbagai sektor, hingga mencoba menciptakan peluang dari lini depan telah diinstruksikan kepada para pemain.

“Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” sambungnya.

Tavares juga menyoroti beberapa gol yang dicetak Borneo sebenarnya telah dibahas dalam sesi persiapan sebelum laga digelar.

Salah satu ancaman yang diantisipasi adalah kemampuan pemain Pesut Etam melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.

“Kami sudah membahas hal itu dalam persiapan. Kami mencoba menutup ruang di sekitar kotak penalti karena kami tahu mereka memiliki pemain dengan tembakan kuat dari luar kotak,” jelasnya.

Terus Berusaha

Meski tertinggal jauh dalam skor, Persebaya tetap berusaha bermain terbuka dan mencoba mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir.

“Ketika kami tertinggal, kami punya dua pilihan, menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang. Tetapi ketika kami membuka ruang, Borneo kembali mencetak gol,” ungkapnya.

Ini merupakan pertandingan terakhir Persebaya di bulan Ramadan. Kompetisi akan jeda lebaran sekaligus FIFA Matchday.

Bajul Ijo baru akan bertanding lagi hampir sebulan kemudian, tepatnya pada 4 April 2026, dengan menjamu Persita Tangerang.

Persaingan di BRI Super League

Read Entire Article
Koran JPP|