BRI Super League: Persebaya Badai Cedera, Bernardo Tavares Dipaksa Putar Otak Jelang Tandang ke Markas Borneo FC

7 hours ago 2

Bola.com, Surabaya - Ujian berat kembali menghampiri Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/2026. Saat momentum mulai terbangun, badai cedera justru datang sebelum lawatan penting ke markas Borneo FC.

Persebaya berada dalam kondisi kurang ideal menjelang duel tandang kontra Borneo FC dalam laga pekan ke-25 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7-3-2026). Sejumlah pilar utama Bajul Ijo harus menepi karena cedera.

Situasi tersebut membuat pelatih Bernardo Tavares dipaksa memikirkan ulang komposisi terbaiknya. Kedalaman skuad kini benar-benar diuji dalam fase kompetisi yang makin menentukan.

Hingga saat ini, tiga nama yakni Malik Risaldi, Bruno Paraiba, dan Mihailo Perovic masih belum bisa diturunkan. Ketiganya sudah absen dalam tiga laga terakhir, yakni saat menghadapi Persijap Jepara, PSM Makassar, dan Persib Bandung.

Kondisi makin pelik setelah dua pemain dilaporkan mengalami masalah fisik usai pertandingan kontra Persib Bandung, Senin (2-3-2026). Mereka adalah bek kanan, Arief Catur, serta gelandang bertahan, Sadida Nugraha.

"Saya belum mendapatkan laporan dari tim medis. Mari berharap tidak ada lagi yang cedera karena kami sudah memiliki banyak pemain menepi," ujar Tavares.

Mauricio Souza mengungkap kondisi Persija usai imbang 2-2 lawan Borneo FC di JIS, Selasa (3/3/2026). Sejumlah pemain seperti Mauro Zijlstra, Ajaraie, dan Paulo Ricardo cedera, sementara Allano absen akibat akumulasi kartu jelang laga kontra Dewa Unit...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Situasi yang Tidak Diharapkan

Pelatih asal Portugal tersebut mengakui bahwa keadaan ini jelas bukan situasi yang diharapkan. Di tengah ketatnya persaingan menuju fase krusial BRI Super League, setiap poin sangat berarti.

"Situasi ini tidak kami inginkan karena kami ingin semua pemain dalam kondisi yang baik untuk menciptakan persaingan di dalam skuad dan memberikan solusi bagi tim," kata Tavares

Selain persoalan cedera, Tavares menjadikan hasil imbang 2-2 di laga sebelumnya sebagai bahan introspeksi. Ia menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Fokus utama evaluasi mengarah pada sektor pertahanan yang dinilai kurang solid. Beberapa peluang lawan dinilai terlalu mudah tercipta dan berujung membahayakan gawang sendiri.

"Kami perlu menganalisis pertandingan dan memperbaiki hal-hal kurang baik. Terutama masalah kebobolan dan peluang-peluang yang kami biarkan diciptakan oleh tim lawan. Setelah itu, kami juga perlu mencoba mempertahankan hal-hal baik di pertandingan sebelumnya," tuturnya. 

Mencermati Borneo FC

Setelah melakukan pembahasan internal, kini perhatian tim sepenuhnya tertuju pada kekuatan calon lawan. Borneo FC dinilai sebagai satu di antara tim paling konsisten musim ini.

Menurut Tavares, bermain di Samarinda selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Dukungan publik tuan rumah serta kualitas skuad lawan menjadi kombinasi yang tak mudah ditaklukkan.

"Semua tahu, sangat sulit menjalani pertandingan di Samarinda. Borneo sedang menjalani musim yang fantastis menurut saya dan sedang berjuang untuk menjadi juara," kata pelatih berusia 45 tahun tersebut.

Persebaya punya catatan kurang apik saat melakoni lawatan ke markas Borneo FC sejak 2018. Sebelumnya, Bajul Ijo tercatat enam kali menjadi tim tamu Pesut Etam dan hasilnya, hanya menang sekali.

Read Entire Article
Koran JPP|