BRI Super League: Bali United Akhiri Paceklik Kemenangan di Kandang Arema, Johnny Jansen Tetap Akui Banyak Kekurangan

10 hours ago 6

Bola.com, Malang - Setelah 6 pertandingan, akhirnya Bali United bisa bernapas lega. Kemenangan akhirnya datang saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (6/3/2026). Ini menjadi kemenangan pertama Bali United di putaran kedua BRI Super League 2025/2026.

Meskipun menang, Bali United masih bermain kurang impresif. Sebab bisa melesakkan 4 gol, namun gawang Mike Hauptmeijer kembali kebobolan 3 gol.

Bahkan bisa saja Bali United meraih hasil minor kembali seandainya Betinho tidak melakukan gol bunuh diri pada menit ke-90+4.

Tiga gol Bali United lainnya dicetak oleh dua pemain anyar, Teppei Yachida mencetak brace pada menit ke-22 dan 66 sedangkan Diego Campos pada menit ke-27.

Sedangkan tiga gol Singo Edan diborong Dalberto pada menit 61, 78 (P), serta gol bunuh diri Kadek Arel pada menit ke 90+4. Kemenangan tentu membuat lega Johnny Jansen. Namun kritikan masih belum selesai menghujani Bali United.

Meskipun masih tetap mendapatkan kritik terutama terkait strategi dan gol bunuh diri Kadek Arel, pelatih berpaspor Belanda ini mengaku puas dengan performa timnya.

Ia menilai timnya mampu menjalankan strategi dengan baik, terutama pada awal pertandingan. Menurut Jansen, ia dan jajaran pelatih Bali United telah melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan Arema FC sebelum pertandingan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Belum Puas

Dari hasil analisis tersebut, diketahui bahwa lawan kerap membangun tekanan melalui sisi kiri, dengan memaksimalkan pergerakan bek kiri dan winger kiri.

“Kami sudah menganalisis lawan dengan sangat baik. Mereka sering melakukan tekanan dari sisi kiri, jadi kami mencoba memanfaatkan ruang yang muncul di area tersebut,” ujar Johnny Jansen.

Strategi tersebut diterapkan dengan memainkan bola-bola panjang ke ruang kosong serta berusaha memenangkan bola kedua. Pendekatan ini terbukti efektif pada awal pertandingan.

Ia juga menilai timnya tampil sangat baik pada 30 hingga 45 menit pertama. Selain mampu mengontrol permainan, tim juga menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

“Kami bermain sangat baik di awal pertandingan. Bahkan sebenarnya kami bisa mencetak lebih banyak gol. Skor 2-0 yang tercipta saat itu sebenarnya masih bisa bertambah,” katanya.

Bangkit

Namun usai tertinggal, Johnny Jansen menilai Arema FC mulai bangkit terutama di babak kedua. Tekanan lawan meningkat melalui situasi bola mati seperti sepak pojok dan tendangan bebas di sekitar kotak penalti.

Dalam situasi tersebut, Jansen menilai timnya seharusnya bisa mengontrol permainan dengan lebih baik melalui penguasaan bola.

“Saya selalu mengatakan kepada tim bahwa kami harus menjaga penguasaan bola. Jika itu dilakukan dengan lebih baik, kami bisa menciptakan lebih banyak peluang dan permainan akan lebih nyaman,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa keunggulan dua gol tidak boleh membuat pemain kehilangan fokus. Menurutnya, tim sempat mencoba melakukan permainan yang terlalu rumit, padahal situasi pertandingan masih belum sepenuhnya aman.

“Skor 2-0 belum cukup. Kami harus tetap fokus dan memainkan sepak bola yang sederhana,” tegasnya.

Laga Menantang

Diego Campos juga mengakui pertandingan tersebut berjalan sulit, terutama karena tim lawan bermain di hadapan pendukung sendiri.Namun ia menganggap Bali United mampu menunjukkan kualitas permainan, khususnya pada 30 menit pertama.

“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan menjalankan rencana permainan sesuai instruksi pelatih. Kami juga menciptakan beberapa peluang dan bisa unggul 2-0,” kata Campos.

Pemain asal Kosta Rika ini sudah memperkirakan lawan akan mencoba bangkit pada babak kedua. Karena itu, menurutnya tim masih perlu meningkatkan kontrol permainan, terutama dalam menjaga penguasaan bola agar tidak terlalu cepat hilang.

“Mereka memiliki beberapa pemain depan yang berbahaya dan bisa mencetak gol kapan saja. Jadi kami harus lebih baik dalam mengontrol bola,” tutupnya.

Read Entire Article
Koran JPP|