Borok dan Kelemahan Pertahanan Vietnam Dibongkar Media Lokal: Bisa Terancam Striker Naturalisasi Anyar Timnas Indonesia

6 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Kemenangan telak yang diukir Timnas Vietnam saat melumpuhkan Timor Leste pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 meninggalkan sejumlah catatan evaluasi, terutama di sektor pertahanan.

Menurut laporan media setempat, Thanh Nien, ada beberapa borok di barisan pertahanan Timnas Vietnam meskipun berhasil melibas Timor Leste tujuh gol tanpa balas dalam duel yang berlangsung di Chonburi Stadium, Jumat (24/7/2026) itu.

Analisis Thanh Nien menjelaskan soal eksperimen pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, yang meramu komposisi baru di lini belakang. Sektor ini menghadirkan tiga bek tengah sejajar yang diperkuat Doan Van Hau, Nguyen Thanh Chung, dan Pham Xuan Manh.

“Di saat lini serang mampu mencetak tujuh gol, lini pertahanan mereka justru masih terlihat rapuh. Kim Sang-sik memanfaatkan laga melawan tim yang lebih lemah ini untuk bereksperimen dengan susunan pemain bertahan yang baru,” tulis analisis Thanh NIen.

“Patrik Le Giang di posisi kiper, Doan Van Hau, Nguyen Thanh Chung, dan Pham Xuan Manh. Thanh Chung dan Xuan Manh sudah pernah berlaga di Piala AFF. Sementara itu, Van Hau awalnya ditempatkan di sisi kiri, namun kemudian digeser menjadi bek tengah untuk menggantikan bek tengah muda, Nguyen Nhat Minh,” lanjut ulasan tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Masih Mudah Ditembus

Thanh Nien menyoroti penampilan The Golden Star yang sangat dominan atas Timor Leste. Namun, sektor pertahanannya dinilai masih kewalahan dan membiarkan tim lawan menembus lini belakang lewat beberapa operan cepat.

“Sebagai contoh, pada menit ke-59, sisi kanan pertahanan Vietnam berhasil ditembus melalui kombinasi operan satu-dua yang sederhana. Hal ini membuat lawan bisa melakukan penetrasi hingga ke garis akhir dan melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti yang akhirnya membentur tiang gawang.”

“Enam menit sebelumnya, Claudio Osorio menyodorkan umpan silang yang nyaman untuk disundul rekannya dari jarak dekat tanpa pengawalan, meski bola masih menyamping dari gawang,” lanjut ulasan tersebut.

Menurut ulasan tersebut, skuad asuhan Kim Sang-sik masih belum memperlihatkan kedisiplinan dalam menjaga struktur pertahanan. Hal ini utamanya menyebabkan celah antara posisi bek tengah dan bek sayap.

“Itu hanyalah beberapa contoh saat lini pertahanan Vietnam berhasil ditembus. Para pemain asuhan Kim Sang-sik belum mampu menjaga formasi bertahan dengan cukup baik, terutama di celah antara bek tengah dan bek sayap, serta ruang kosong di belakang dua gelandang tengah. Hal ini terjadi karena Nguyen Hoang Duc dan Nguyen Quang Hai cenderung lebih sering membawa bola ke depan dan kurang maksimal dalam melakukan intersepsi,” tulisnya.

Harus Segera Diperbaiki

Kelemahan di pertahanan ini tak terlepas dari perubahan yang dilakukan oleh Kim Sang-sik. Mereka beralih menuju pendekatan yang lebih proaktif dengan menjadikan penyerangan sebagai fondasi, alih-alih bermain rapat dan hati-hati seperti sebelumnya.

Ada alasan kuat mengapa pelatih asal Korea Selatan itu memilih perubahan ini. Itu karena Vietnam memiliki lini serang berkualitas tinggi yang belum pernah ada sebelumnya. Lini depan ini dihuni oleh 3 pemain naturalisasi asal luar negeri, Nguyen Xuan Son, Do Hoang Hen, Nguyen Tai Loc, serta bintang muda Nguyen Dinh Bac yang sedang dalam performa puncak.

“Namun, hal ini bukan alasan untuk melonggarkan pertahanan. Tanpa kehadiran kapten Do Duy Manh, kekuatan pertahanan jelas terpengaruh karena Pelatih Kim belum menemukan pengganti yang sepadan,” tulis ulasan tersebut.

“Kim Sang-sik membutuhkan strategi yang disiplin dan rapat dengan kerapatan posisi yang tepat untuk menutupi kelemahan individu. Hal ini sangat penting mengingat Timnas Vietnam cenderung mendorong posisi ke depan, yang menuntut garis pertahanan naik 10–15 meter lebih tinggi dari biasanya, sehingga menyisakan lebih banyak ruang di belakang para bek.”

Bisa Diteror Timnas Indonesia

Celah semacam ini diharapkan bisa segera dibenahi oleh The Golden Star. Menurut Thanh Nien, Vietnam bakal menghadapi bahaya besar jika bertemu Timnas Indonesia dan Singapura pada laga berikutnya.

“Jika Timor Leste saja bisa mendekati gawang Patrik Le Giang hanya dengan beberapa operan cepat, maka Indonesia dan Singapura tentu juga bisa melakukannya. Tentu saja, Timnas Vietnam akan bermain lebih berhati-hati dan defensif dalam pertandingan menentukan, seperti laga tandang di Stadion Pakansari, Indonesia,” tulis Thanh Nien.

Kelemahan seperti ini bisa saja dimaksimalkan oleh para penyerang skuad Garuda. Bahkan, secara khusus, Thanh Nien menyinggung soal kehadiran striker naturalisasi baru Timnas Indonesia, Mitchell Baker, yang posturnya mencapai 196 cm.

“Dengan kehadiran 12 pemain naturalisasi, termasuk penyerang seperti Beckham Putra, Egy Maulana Vikri, Eliano Reijnders, Jens Raven, Ragnar Oratmangoen, Saddil Ramdani, dan Mitchell Baker (striker berpostur 1,96 meter keturunan Australia), Indonesia akan menjadi ancaman besar bagi lini pertahanan Vietnam yang masih rapuh.

“Pelatih Kim Sang-sik memiliki waktu satu minggu latihan untuk memperketat kedisiplinan bertahan sebelum Timnas Vietnam memasuki fase pertandingan yang lebih berat,” bunyi akhir dari ulasan Thanh Nien tersebut.

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Radifa Arsa
  • Yus Mei Sawitri
Read Entire Article
Koran JPP|