jpnn.com, BEKASI - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak generasi muda, khususnya generasi Z dan milenial, memperkuat daya saing melalui konsep 'triple readiness'.
Konsep 'triple readiness' atau tiga kesiapan tersebut, berupa penguatan technical skills, soft skills, dan market entry readiness atau kesiapan memahami dinamika pasar kerja.
Pesan itu disampaikan Menaker Yassierli saat menutup Pesantren Kilat Ramadan bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-Jabodetabek di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3).

Menaker Yassierli menekankan tiga kesiapan tersebut penting karena dunia kerja sedang menghadapi ketidakpastian global, persaingan internasional yang makin ketat, serta disrupsi teknologi yang kian masif.
Dia mengungkapkan dalam situasi tersebut, anak muda dituntut lebih adaptif agar tidak tertinggal saat memasuki dunia kerja, sekaligus mampu menangkap peluang baru yang muncul.
“Menghadapi tiga tantangan tersebut, tidak cukup hanya dengan technical skills dan soft skills. Anak muda harus memiliki market entry readiness atau kesiapan dalam memahami dinamika pasar kerja global,” ungkap Yassierli.


5 hours ago
2





















































