jpnn.com - BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong aparat terus mendalami kasus alih fungsi lahan teh di kawasan perkebunan di Pengalengan, Kabupaten Bandung.
Dedi meminta aparat untuk mencari aktor utama di balik aksi perusakan lahan teh seluas 14 hektare tersebut. Dia mengatakan bahwa penanganan kasus ini menjadi kewenangan Polda Jawa Barat dan Balai Penegakan Hukum Kehutanan.
“Namun, harapan saya, penindakan jangan berhenti hanya pada pekerja lapangan. Harus dicari siapa aktor utama yang bertanggung jawab," kata Dedi di Pangalengan, Selasa (16/12).
Mantan anggota DPR RI itu menilai pengungkapan aktor utama menjadi kunci agar kasus serupa tidak terus berulang di kemudian hari.
Menurut Dedi, penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan objektif, dengan tetap berpegang pada alat bukti.
“Tentu semua itu bergantung pada alat bukti yang dimiliki aparat penegak hukum,” katanya.
Sebelumnya, upaya pengalihan lahan kebun teh menjadi sayuran kembali terjadi di Kecamatan Pangalengan.
Titik perkebunan teh Malabar, Block Pahlawan, menjadi salah satu yang dirusak.

2 months ago
37





















































