jpnn.com, SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan Bank Pembangunan Daerah (BPD) merupakan salah satu indikator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan jumlah penduduk Jateng yang mencapai hampir 38 juta jiwa dan wilayah yang luas, pembangunan tidak bisa dilakukan secara parsial.
Hal tersebut diungkapkan Ahmad Luthfi di acara Seminar Nasional BPD yang digelar Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) di Ballroom Hotel Sunan, Surakarta, Jateng, Jumat (17/4).
"Bank daerah ini adalah salah satu indikator dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah. Tapi kami tidak bisa bekerja sendiri, harus kolaboratif,” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra itu mengungkapkan keterbatasan fiskal menjadi tantangan utama pemerintah daerah.
Kontribusi anggaran pusat dinilai belum cukup, sehingga daerah perlu mencari sumber pembiayaan alternatif, terutama dari investasi.
“Lebih dari 80 persen pembangunan daerah ditopang dari investasi. Maka kepala daerah harus menjadi ‘marketing’ untuk menarik investor,” tegasnya.
Dia menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan yang terintegrasi.

7 hours ago
4





















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5449796/original/035480200_1766115641-20251218BL_Thailand_Vs_Vietnam_Final_Sepak_Bola_SEA_Games_2025-14.jpg)