jpnn.com, TEHERAN - Republik Islam Iran hingga saat ini mencatat lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil menjadi korban serangan yang dilakukan pasukan AS dan Israel sejak akhir Februari lalu.
Hal ini disampaikan Kedutaan Besar Republik Islam Iran dalam keterangan pers kepada media massa di Jakarta baru-baru ini.
Selain itu, menurut kedubes, serangan US dan Israel juga menghancurkan sebanyak 9.669 tempat publik dan milik sipil.
Jumlah itu di antaranya 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi.
"Dalam tindakan lainnya, para agresor Amerika dan Zionis juga menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm. Ini merupakan kejahatan nyata lainnya yang melanggar hukum kemanusiaan internasional; kejahatan yang akan membawa konsekuensi berat bag? para pelakunya," tulis Kedubes Iran dalam pers rilis kepada media massa di Jakarta.
Pemerintah Republik Islam Iran menegaskan tidak menolerir bentuk serangan AS dan Israel yang dianggap sebagai sebuah bentuk kejahatan internasional.
Oleh karena itu, Iran menegaskan bahwa sah dan legal melakukan perlawanan untuk mempertahankan integritas teritorial negara sesuai dengan pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitas untuk menghadapi agresi kriminal ini hingga agresi tersebut dihentikan, atau hingg? Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB, yakni mengidentifikasi para agresor dan menetapkan tanggung jawab atas tindakan agresi mereka," tegas Kedubes Iran. (flo/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

6 hours ago
1




















































